Biografi
BIOGRAFI WEBSITE RESMI · BAHASA INDONESIA
Dwiki Dharmawan
Pianis • Komposer • Produser • Duta Budaya
Dwiki Dharmawan adalah pianis, komposer, dan produser musik Indonesia yang dikenal di panggung internasional karena pendekatan artistiknya yang mempertemukan kekayaan musik Nusantara dengan jazz, musik dunia, dan eksplorasi kontemporer. Selama lebih dari empat dekade, ia membangun perjalanan musikal yang berakar pada identitas Indonesia sekaligus terbuka terhadap dialog lintas budaya.
Telah tampil di lebih dari 80 negara, Dwiki merupakan salah satu figur penting dalam perkembangan jazz Indonesia dan kolaborasi musik lintas genre. Sebagai salah satu pendiri Krakatau, ia turut membentuk bahasa musikal khas yang memadukan tradisi Indonesia—termasuk warna tonal gamelan—dengan jazz, rock, dan elemen progresif. Hasilnya adalah musik yang berakar kuat pada budaya asalnya, namun mampu berkomunikasi melampaui batas geografis.
Lahir di Bandung, Jawa Barat, Dwiki tumbuh dekat dengan lingkungan musik yang memperkenalkannya pada bunyi gamelan dan musik tradisional sejak dini. Setelah mempelajari piano klasik, ia beralih ke jazz pada usia 13 tahun, terinspirasi oleh tokoh-tokoh seperti John Coltrane, Charlie Parker dan Cecil Taylor. Perjumpaan antara tradisi, jazz, dan rasa ingin tahu artistik kemudian menjadi salah satu ciri utama perjalanan kreatifnya.
Bagi Dwiki, musik adalah jembatan—ruang pertemuan bagi identitas, gagasan, dan manusia dari latar budaya yang berbeda. Filosofi ini tercermin dalam berbagai kolaborasi internasional serta proyek World Peace, yang menempatkan musik sebagai medium dialog, empati, dan perdamaian. Ia juga melihat musik sebagai bentuk soft power: kekuatan budaya yang dapat menumbuhkan pemahaman dan memperluas percakapan global.
Perjalanan solonya di panggung internasional memasuki babak penting melalui kolaborasinya dengan Leonardo Pavkovics dan MoonJune Records. Album SO FAR SO CLOSE (2015) mempertemukannya dengan musisi ternama seperti Jerry Goodman, Jimmy Haslip, dan Chad Wackerman. PASAR KLEWER (2016) kemudian mendapat perhatian kritikus internasional, termasuk ulasan bintang lima dari DownBeat Magazine serta apresiasi dari All About Jazz. Album ini melibatkan sejumlah musisi terkemuka dari kancah jazz Inggris dan Eropa, antara lain Gilad Atzmon, Asaf Sirkis, Yaron Stavi, dan Nicolas Meier.
Melalui RUMAH BATU (2018), Dwiki memperluas lanskap musikalnya bersama, antara lain, Nguyên Lê dan Carles Benavent, merangkai jazz progresif, musik dunia, dan ekspresi spiritual dalam satu visi artistik. HARI KETIGA (2020), yang melibatkan Markus Reuter, Asaf Sirkis, dan Boris Savoldelli, melanjutkan eksplorasinya terhadap bentuk, tekstur, dan kemungkinan baru dalam musik kontemporer.
Pada 2026, Dwiki merilis ANAGNORISIS, album yang direkam secara live di Sierra Studios, Athena, Yunani, bersama Gilad Atzmon, Nikos Sidirakostritis, Vironas Ntolas, Kimon Karoutzas, dan Harris Lambrakis. Berangkat dari gagasan Yunani tentang pengenalan atau penemuan kembali, album ini membangun dialog musikal antara Indonesia, Yunani, dan beragam tradisi yang bertemu di dalamnya. Karya ini menegaskan komitmennya untuk terus menjelajahi wilayah artistik baru tanpa melepaskan akar budayanya.
Di luar panggung dan studio, Dwiki aktif berkontribusi pada ekosistem musik Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) pada 2016–2022. Saat ini, ia mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal PAPPRI (Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia). Melalui Farabi Music Education Center, ia turut mendukung pendidikan musik dan regenerasi talenta, membuka ruang bagi generasi musisi berikutnya untuk tumbuh dan berkarya.
Dwiki Dharmawan terus bergerak di antara tradisi dan kemungkinan baru—menjelajah, berkolaborasi, serta mempertemukan suara dan gagasan dari berbagai penjuru dunia. Baginya, musik bukan sekadar bunyi, melainkan bahasa untuk menyatakan identitas, membangun dialog, dan merawat kemanusiaan bersama.